Duh nggak kerasa udah lama nggak posting. Biasalah orang sibuk. Hehehehe...
Bukannya sok sibuk, tapi beneran sibuk. Sibuk ngerjain skripsi soalnya... :D
Oke, di sini aku nggak pengen banget share sedikit tentang kehidupanku.
Aku anak kedua dari empat bersaudara. Dan aku yang paling cantik... ^o^
Iyalah, cewek sendiri gitu loch. Hehehehe... XD
Aku sekarang udah hampir selesai kuliah. Doain awal taun depan lulus ya temen-temen!
Well, langsung aja deh ya...
Seperti judul postingan ini "Bahagia Hidup Dalam Islam dan Ta'aruf", aku mau share pengalamanku selama hidup dalam Islam dan ta'aruf.
Aku lahir dari keluarga yang sangat religius. Ayahku naik haji waktu aku masih dalam kandungan. Sedangkan ibuku naik haji waktu umurku 1,5 tahun. Kebayang nggak umur segitu udah ditinggal sama ibu? Di antara kalian pasti ada yang tanya gini, "Kok tega ibumu ninggalin kamu waktu umur segitu? Umur 1,5 tahun kan harusnya masih minum ASI? etc"
Yah, dulu waktu SD juga sempet protes kenapa sekecil itu aku udah ditinggal haji sama ibuku. Bahkan sempet nangis juga waktu denger ceritanya. Tapi akhirnya makin ke sini aku sadar, ibuku naik haji karena ingin mengucap syukur sama Allah SWT karena udah dikasih anak aku. Dan soal ASI itu, kata ibuku dari bayi aku nggak mau minum ASI. Aku minum ASI cuma sampe umur 6 bulan. Habis itu udah bener-bener nggak mau. Akhirnya terpaksa aku dikasih susu sapi. Gara-gara itu, kalo pas lagi becandaan sama ibuku, beliau suka ngatain aku anaknya sapi. Lah kalo aku anak sapi berarti ibuku sapinya dong ya? Hahahahahaha... XD
Aku hidup dalam keluarga Islam. Keluarga yang sangat religius. Ibuku pake jilbab waktu masuk SMA. Ayah dan ibuku nikah tanpa pacaran alias ta'aruf. Mereka berdua udah naik haji sejak aku masih dalam kandungan. Aku dididik dalam ajaran Islam. Aku bisa lancar baca Al-Quran dan nulis huruf Arab. Sekarang aku juga ikut berjilbab dan pengen ngikutin jejak kedua orang tuaku untuk berta'aruf. Aku nggak mau pacaran karena menurutku itu cuma buang-buang waktu dan pastinya buang-buang uang. Belum lagi dosa-dosa yang aku dapet karena pacaran. Kenapa berdosa? Karena pacaran itu termasuk ke dalam kategori "HAL YANG MENDEKATI ZINA". Bahkan dengan berpacaran, kita pun udah berzina. Zina penglihatan, zina lisan, zina hati, dll. Naudzubillah...
Inget dalil di bawah ini:
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan sesuatu jalan yang buruk." (QS. Al-Isra, 17 : 32)
Dan firman Allah SWT dalam surat Bani Isroil (17) ayat 32:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina , sesungguhnya perbuatan zina itu jijik dan sejelek-jeleknya jalan”.Lalu ada lagi:
– حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنْ
عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ،
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ، قَالَ: «لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ، …
الحدث »
… Rasulullah SAW bersabda: “Orang-orang yang berzina tidaklah mereka dikatakan iman ketika melakukan perbuatan zina …”.
[Hadist Shohih Bukhari 6772 Kitabul Hudud]
…عَن
النَّبِي صلى الله عَلَيْهِ وَسلم قَالَ يامعشر الْمُسلمين إيَّاكُمْ
وَالزِّنَا فَإِن فِيهِ سِتّ خِصَال: ثَلَاث فِي الدُّنْيَا وَثَلَاث فِي
الْآخِرَة فاما الَّتِي فِي الدُّنْيَا قد طَابَ إِلَيْهَا ودوام الْفقر
وَقصر الْعُمر وَأما الَّتِي فِي الْآخِرَة فسخط الله وَطول الْحساب
وَالْخُلُود فِي النَّار ثمَّ تَلا رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم
{لبئس مَا قدمت لَهُم أنفسهم أَن سخط الله عَلَيْهِم وَفِي الْعَذَاب هم
خَالدُونَ}
… Nabi SAW bersabda:”Wahai golongan orang-orang Islam, takutlah
kalian pada perbuatan zina, sesungguhnya dalam zina ada enam akibat,
tiga akibat di dunia dan tiga akibat di akhirat. Adapun yang di dunia
adalah hilangnya kewibawaan, pendeknya umur dan kekalnya kefakiran.
Adapun yang diakhirat adalah murka Allah yang Maha Barokah dan Maha
Luhur, jeleknya hisaban dan siksa neraka”.[Hadist Riwayat Baihaqi]Aku bahagia hidup dalam Islam dengan keluarga yang religius. Aku bangga hidup dalam ta'aruf. Ta'aruf bisa menghindarkan aku dari hal-hal yang dilarang agama. Ta'aruf bisa bikin aku merasa jadi perempuan yang amat sangat mulia dan punya derajat tinggi. Aku merasa sangat dimuliakan Allah SWT. Aku merasa seperti berlian yang belum pernah tersentuh sama sekali. Bahkan mungkin lebih mulia dari itu. Dengan ta'aruf, aku bisa menjaga kehormatan, harga diri, dan kesucianku. Ya Allah, betapa ta'aruf bikin aku merasa seperti bidadari surga yang juga selalu terjaga kehormatan dan kesucian mereka karena belum pernah tersentuh oleh laki-laki manapun.
Mungkin banyak dari kalian yang tanya, "Kalo ta'aruf, gimana waktu nikah nanti? Kita nggak tau sifat, sikap, dan kepribadian pasangan kita. Jadi kayak beli kucing dalam karung dong?"
Temen-temen, pasti kalian udah sering denger kata-kata ini, "Perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula". Aku yakin sama kata-kata itu. InsyaAllah, dengan ngikutin ajaran agama, kita akan dikasih pasangan yang baik... ^_^
Okay, segitu dulu deh yang aku share.
Besok mau aku tambahin lagi soalnya ini pendek banget.
Tapi moga-moga bermanfaat... :D
Wassalamualaikum...